Wabup Nagekeo Kunjungi Lokasi Pembangunan Jalan dan Embung Mini di Kampung Lama Aatongamobo

0
326

Nagekeo, KlikNTT.Com- Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja bersama tim teknis dari Dinas PUPR mengunjungi lokasi pembukaan jalan dan embung mini swadaya warga setempat di Kampung Lama Aatongamobo guna berinisiatif secara swadaya melalui kerja sama dengan belbagai pihak, berusaha membuka jalan baru, sekaligus mencetak embung mini di lahan milik keluarga Servasius Egho di sekitar Kampung Lama Aatongamobo. Selasa ,(16/6/2020).

Sebelumnya beberapa utusan keluarga turun ke Mbay, bertemu Wakil Bupati dan memberi laporan informasi sekaligus mengajak Wakil Bupati Marianus Waja untuk turun melihat sendiri kondisi lapangan disertai permintaan agar bisa dibangun fasilitas semacam “crossway” melewati kali Liapo.

Mendengar laporan tersebut Wakil Bupati Marianus Waja menyambut baik atas kedatangan mereka dan langsung bersama tim teknis dari Dinas PUPR dipimpin Kabid PLP (Arkhiles Arib) hari ini menuju lokasi.

Tiba Liapo, tim teknis mulai melakukan pengukuran untuk dikaji dan dikalkulasikan lebih lanjut.

Melihat kondisi lapangan, Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja langsung memberi catatan kepada tim teknis.

“Saya minta buat kajian dan perhitungan. Bukan jembatan. Bukan juga sekedar “crossway”, tapi sebuah prasarana infrastruktur yang punya fungsi ganda segera buat perhitungan, bagaimana bisa menghadirkan bantalan semacam “dam” mini, yang berfungsi untuk Lintasan Transportasi, tetapi juga sekaligus menampung air”, tegasnya.

Sementara Servasius Egho warga AaTongamobo menjelaskan bahwa, keluarga siap mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk membangun embung bagi masyarakat. Kami siap lahan untuk itu.

“Kampung lama itu adalah Aa, dan Tongamobo. Tempat ini nama Kuwa. Milik keluarga kakak beradik Huber Koja, Servasius Egho, Don Nuwa (domisili Timor), dan Yeremias Beu Ngole (saat ini masih di kalimantan).dengan Batas lahan mulai dari Liamete (kali) – Wolokuwa – Watusedha – Wololea – Bhadame- Liameo – Ku ja – Ta’i ba (kali),Di Oki Anga masih ada “koga” (sumber air), tidak pernah kering.

“Bila jalan dan embung mulai dibangun, kami siap membuka pemukiman baru di daerah belakang”, tegas salah seorang warga. Katanya.

Pantauan Media dari Liapo, Wakil Bupati Marianus melanjutkan perjalanan mendaki punggung bukit di bawah kampung lama Tongamobo dan Aa. Sesampai di suatu titik, tepatnya di Kuwa, kepada Wabup, dilaporkan oleh warga melalui Lurah setempat tentang potensi Embung Pertanian maupun Peternakan.

“Usulan Kelurahan ada 2 embung besar karena tangkapan air hujan nya cukup luas. Sangat potensial untuk irigasi pertanian maupun cadangan sumber air baku” demikian laporan Lurah Ratongamobo Agustinus F Lado Bate, SIp saat itu.

lanjut agus sesuai pantauan kami, memang luar biasa potensi lahan setempat apalagi kalau bisa dibangun embung besar maupun kecil. Sangat mendukung keseimbangan ekologis.

Reporter : Vian Dhalu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here